Oleh : Prof. Dr. Edy Suandy Hamid, M.Ec
(Guru Besar Universitas Gajah Mada dan Rektor Universitas Islam Indonesia)
Memasuki tahun 2014, dalam waktu dekat Indonesia akan memasuki masa pergantian kepemimpinan yang ditandai dengan diselenggarakannya Pemilu baik di tingkat legislatif maupun eksekutif. Sedangkan di lingkup lokal, civitas akademika UII juga akan menyaksikan dan mengikuti momen pergantian kepemimpinan Rektor sebagai pimpinan universitas. Kedua hal tersebut memiliki benang merah yang patut disikapi dengan cermat. Sebab masalah kepemimpinan adalah sebuah hal yang mendapat perhatian serius dalam Islam di mana seorang pemimpin tidak hanya dinilai dari kecakapan ilmu atau kualifikasinya semata namun juga dituntut memiliki keteladanan moral dan agama yang baik.Seperti dikatakan oleh Rektor UII, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec ketika menyampaikan khotbah Jum’at di hadapan jamaah yang memadati Masjid Ulil Albab, kampus terpadu UII pada Jum’at siang (3/1). Dalam khotbahnya, Prof. Edy menyoroti aspek kepemimpinan yang menurutnya memiliki nilai yang penting dalam pembangunan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, yang juga tidak terlepas dari lingkup UII.
Prof. Edy memaparkan bahwa sebenarnya Indonesia dikaruniai oleh banyak kelebihan, seperti potensi sumber daya alam yang melimpah dan juga potensi sumber daya manusianya yang mumpuni. Namun demikian, pada kenyataannya segenap potensi tersebut tidak lantas mampu mengangkat derajad Indonesia menjadi sejajar dengan negara-negara terkemuka di dunia. Justru, dalam beberapa aspek, Indonesia masih terpuruk dan tertinggal dengan negara tetangganya seperti Malaysia dan Singapura.“Malaysia mempunyai sosok seperti Mahatir Mohammad yang mampu mengangkat martabat negara itu. Sedang Singapura beruntung karena punya sosok Lee Kuan Yeuw. Sayangnya, Indonesia masih lemah dalam hal kepemimpinan”, ungkap Prof. Edy. Menurutnya, masalah kepemimpinan inilah yang membuat potensi berlimpah yang dimiliki Indonesia tidak termaksimalkan dengan baik.
Prof. Edy melanjutkan pemimpin itu identik dengan dua hal, yaitu jabatan dan amanah. “Islam mengajarkan, pemimpin yang baik itu bukan orang yang meminta-minta atau mencari jabatan. Sebaliknya, ia adalah sosok yang ketika diserahi jabatan, menganggapnya sebagai amanah yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya”, tandasnya. Hal ini sesuai dengan teladan kepemimpinan yang dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad SAW dan para sahabatnya.Terkait dengan momen pergantian kepemimpinan di UII yang akan berlangsung, Prof. Edy berharap agar pemimpin yang nantinya terpilih dapat mengemban amanah dengan penuh tanggungjawab. “Ke depan, pemimpin UII dituntut untuk dapat menempatkan UII sebagai universitas terkemuka yang patut diperhitungkan baik di kancah nasional maupun internasional”, tuturnya. Ia juga menekankan pentingnya upaya peningkatan kontribusi UII bagi bangsa, negara, dan umat dalam berbagai aspek sesuai dengan visi UII rahmatan lil alamin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar